PEMAKAIAN BIOGAS di Desa Bongo II Kec. Wonosari





WWW.desamakmur.com - Kec. Wonosari Permintaan kebutuhan bahan bakar minyaak (BBM) di indonesia pada umumnya dan di kecamatan wonosari khususnya dari tahun ke tahun semakin meningkat. Menyebabkan ketersediaan bahan bakar menjadi sangatlah terbatas, atau harga melambung tinggi, salah satu kebijakan pemerintah adalah rencana pengurangan penggunaan bahan bakar minyak tanah untuk keperluan rumah tangga. Sejalan deng hal ini upaya-upaya pemerintah untuk menggunakan sumber-sumber energi alternatif lainnya yang di anggap layak di lihat dari segi, ekonomis, dan lingkungan sehingga kami di desa bonggo 2 memanfaatkan kotoran ternak (sapi) yang di berikan kepada kelompok untuk di pergunakan menjadi bahan biogas, sehingganya di dalam penggunaan dana desa tahun 2015 – 2016 kami melakukan pengembangan atas bantuan sapi tersebut dengan membuat tabung pengelola biogas dengan langkah sebagai berikut ;
  1. Mencampur kotoran sapi dengan air, sampai terbentuk menjadi lumpur dengan perbandingan 1:1 pada bak penampung sementara sehingga akan mempermudah kita memasukannya ke dalam digester.
  2. Mengalirkan lumpur ke dalam digester melalui lubang pemasukan, pada pengisian pertama kran gas yang ada diatas digester posisi di buka agar pemasukan lumpur ke dalam digester lebih mudah dan menekan udara keluar.
  3. Setelah digester penuh kran gas di tutup agar proses fermentasinya tidak keluar.
  4. Pada hari 1 – 8 gas yang terbentuk adalah gas CO2 setelah hari ke 10 – 14 terbentuklah gas metan (CH4) dengan komposisi  CH4 54 % dan CO2 27% maka biogas dapat berfungsi dengan baik.
  5. Sisa pembuangan kotoran tadi di manfaatkan menjadi pupuk organik yang membuat subur tanaman para penduduk yang menggunakan alat tersebut. (erna)
Share on Google Plus

About ERNA

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar